SAMPIT, katakata.co.id — Serangan buaya kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang lansia warga Desa Santiruk bernama Mahran (63) dilaporkan tewas setelah diterkam buaya saat mencari udang di Sungai Rangkas. Korban sebelumnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari ketika korban bersama dua rekannya menuju Sungai Rangkas untuk mencari udang. Setibanya di lokasi, Mahran turun ke sungai untuk mulai menangkap udang. Namun secara tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkamnya.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun tidak berhasil terselamatkan. Ia diseret buaya ke tengah sungai dan menghilang dari pandangan kedua rekannya.
Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama warga dengan menyusuri aliran Sungai Rangkas hingga ke arah muara. Setelah dua hari pencarian, pada Senin siang korban akhirnya ditemukan sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya sudah tidak utuh. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, sudah terdapat sedikitnya enam kasus serangan buaya terhadap manusia di wilayah Kotim, beberapa di antaranya berakibat fatal.
“Kasus seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Diperlukan langkah penanganan agar konflik antara buaya dan manusia tidak terus berulang,” ujarnya.
Rentetan kejadian serangan buaya ini diharapkan mendorong peningkatan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah sungai maupun pesisir, demi mencegah korban jiwa berikutnya.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


