PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya mencatat tren positif kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Total kunjungan mencapai 644.270 orang atau meningkat 5,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 609.940 orang.
Meski secara akumulatif mengalami kenaikan, Disparbudpora menilai aktivitas pariwisata di Palangka Raya belum sepenuhnya stabil. Pola kunjungan masih sangat dipengaruhi faktor musiman, dengan lonjakan signifikan pada momen libur panjang dan akhir pekan, sementara pada bulan-bulan biasa cenderung menurun.
Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, mengatakan data kunjungan wisatawan tersebut dihimpun dari empat destinasi unggulan yang selama ini menjadi primadona wisata, seperti Hutan Kota Nyaru Menteng, Wisata Alam Sei Batu, Air Hitam Kereng Bangkirai, dan Sei Koran.
“Empat destinasi ini masih menjadi tujuan utama wisatawan. Dari sanalah kami menghimpun data kunjungan sebagai gambaran minat wisata masyarakat sepanjang tahun,” jelasnya, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada Mei 2025 dengan total 85.214 orang. Angka tersebut disusul Januari 2025 yang mencatat kunjungan sebanyak 75.106 wisatawan. Sementara itu, jumlah kunjungan terendah tercatat pada bulan Maret dan September.
“Pola ini menunjukkan bahwa kunjungan masih sangat bergantung pada hari libur nasional dan momentum tertentu. Saat libur panjang, kunjungan melonjak tajam, tetapi pada hari kerja atau bulan low season cenderung sepi,” ujarnya.
Menurut Iin, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan sektor pariwisata agar tetap menarik sepanjang tahun, tidak hanya pada periode tertentu.
“Semua ini menjadi pekerjaan rumah kami bagaimana objek wisata tetap hidup dan diminati meskipun tidak sedang musim liburan,” ucapnya.
Memasuki 2026, Disparbudpora Palangka Raya berkomitmen menjadikan data kunjungan 2025 sebagai dasar penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan pariwisata. Fokus utama diarahkan pada upaya pemerataan kunjungan wisata agar tidak terpusat pada waktu-waktu tertentu saja.
“Kami berharap ke depan pengelolaan dan promosi wisata bisa terus ditingkatkan sehingga kunjungan lebih merata, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar destinasi,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


