SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut tidak menghentikan aktivitas sebagian masyarakat yang tetap berolahraga di ruang terbuka.
Seperti terlihat di kawasan Taman Kota Sampit, Sabtu pagi (8/8/2026), sejumlah warga tetap berjalan kaki, berlari hingga bersepeda meski udara diselimuti kabut asap. Sebagian warga terlihat menggunakan masker, sementara sebagian lainnya tetap beraktivitas tanpa perlindungan pernapasan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mengingatkan masyarakat, agar mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho menyarankan, agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap muncul.
“Sebaiknya mengurangi atau tidak beraktivitas di luar rumah dan olahraga di rumah saja,” kata Nugroho, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, berolahraga di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih aman ketika kondisi udara di luar sedang kurang baik. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas fisik tanpa terpapar kabut asap secara langsung.
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan udara yang kurang baik.
“Kalau beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker,” ujarnya.
Namun, Nugroho mengingatkan penggunaan masker saat berolahraga perlu disesuaikan dengan jenis dan intensitas aktivitas. Olahraga ringan hingga sedang masih dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh.
Aktivitas seperti jalan santai, jalan di tempat, peregangan, senam ringan, yoga, bersepeda santai hingga latihan fisik ringan dapat menjadi pilihan.
“Untuk olahraga menggunakan masker, kondisi amannya tergantung jenis olahraganya,” jelasnya.
Sebaliknya, masyarakat diminta tidak memaksakan diri melakukan olahraga dengan intensitas tinggi ketika kualitas udara sedang buruk. Aktivitas fisik berat membuat kebutuhan oksigen tubuh meningkat dan dapat menyebabkan pernapasan terasa lebih berat.
“Untuk olahraga ringan hingga sedang menggunakan masker relatif aman, tetapi jika olahraganya berat maka bisa kekurangan oksigen,” terangnya.
Dinkes Kotim mengimbau masyarakat selalu memperhatikan kondisi udara sebelum berolahraga di luar ruangan. Jika kabut asap semakin pekat, aktivitas fisik sebaiknya dialihkan ke dalam rumah sampai kondisi udara kembali membaik.
Editor: Juniardi


