SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini berlangsung di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski kabut asap masih sempat menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya Kota Sampit pada pagi hari, kondisi tersebut diyakini tidak akan menghambat pelaksanaan Upacara Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2026.
Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, berdasarkan kondisi cuaca yang dipantaunya, kabut asap cenderung menipis setelah matahari mulai meninggi.
“Memang saat ini kita sedang kabut asap karena karhutla. Tapi kita ketahui saat ini sudah jam 08.00 WIB sudah bagus cuacanya, tidak kabut, kecuali pagi hari,” kata Halikinnor, Minggu (16/8/2026).
Upacara Detik-detik Proklamasi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Lapangan Stadion 29 November Sampit. Dengan kondisi kabut asap yang mulai berkurang pada pagi menjelang siang, Halikinnor optimistis upacara dapat berjalan lancar dan khidmat.
“Harapan saya, saya melihat pagi tadi memang ada asap, agak kabur, tapi sudah cukup terang jika matahari meninggi. Sehingga upacara itu jam 09.00 mulai, tidak ada hambatan,” ujarnya.
Namun, di balik persiapan perayaan kemerdekaan, Pemkab Kotim masih menghadapi persoalan karhutla dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Karhutla bahkan masih terus muncul di beberapa titik, sementara kondisi kering di wilayah selatan Kotim turut meningkatkan kewaspadaan pemerintah daerah.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Kotim telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan hingga 26 Agustus 2026.
Status tersebut memungkinkan pemerintah daerah meningkatkan pengerahan personel, peralatan serta berbagai sumber daya untuk menangani bencana yang terjadi.
“Kemarin kita naikkan status menjadi tanggap darurat bencana, sehingga penanganan dimaksimalkan,” tegas Halikinnor.
Pemerintah daerah berharap kondisi kabut asap tidak kembali memburuk saat pelaksanaan upacara. Dengan demikian, masyarakat dapat mengikuti peringatan HUT ke-81 RI dengan aman dan khidmat, meski Kotim masih berada dalam situasi darurat akibat karhutla dan kekeringan.
Editor: Juniardi


