SAMPIT, katakata.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dinas Pendidikan Kotim mencatat, sebanyak 339 dari 835 sekolah di daerah tersebut telah menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) pada Kamis (24/9/2026). Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi udara dan tingkat paparan asap di masing-masing wilayah.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Diana Setiawan mengatakan, sekolah tidak harus memaksakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) apabila kondisi udara sudah tidak mendukung kesehatan peserta didik.
“Kalau asapnya pekat sekali atau sudah mengganggu kesehatan anak didik, maka wajib belajar dari rumah. Itu yang harus diperhatikan oleh semua kepala sekolah,” kata Diana, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, kondisi kabut asap tidak merata di seluruh wilayah Kotim. Karena itu, pelaksanaan BDR tidak harus diberlakukan secara seragam, melainkan menyesuaikan keadaan di lingkungan masing-masing sekolah.
Jika kondisi udara masih memungkinkan, kegiatan belajar dapat tetap dilakukan secara tatap muka. Namun, apabila asap semakin pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan, sekolah dapat mengalihkan pembelajaran ke rumah.
“Kalau asapnya tidak memungkinkan untuk belajar dengan turun ke sekolah, maka semua siswa boleh belajar dari rumah. Itu sudah diinstruksikan oleh Bupati kepada semua kepala sekolah,” ujarnya.
Diana menegaskan, penerapan BDR bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Guru tetap dapat memberikan materi pembelajaran secara daring agar proses belajar siswa tetap berlangsung meskipun mereka tidak datang ke sekolah.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian, karena berdasarkan data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara di Kotim dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori berbahaya.
Meski sebagian besar wilayah terdampak asap, kondisi di sejumlah wilayah selatan relatif berbeda. Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut dilaporkan masih relatif aman dari kabut asap sehingga sekolah-sekolah di dua kecamatan tersebut tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Pemkab Kotim meminta kepala sekolah terus memantau kondisi udara dan kesehatan siswa, guru serta tenaga kependidikan sebelum menentukan pola pembelajaran.
“Maka dari itu, pesan saya untuk kepala sekolah, selalu perhatikan kesehatan para murid dan siswa yang ada. Utamakan kesehatan itu,” tegas Diana.
Penulis/Editor : Juniardi


