PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Ketimpangan tenaga pendidik di sekolah negeri masih menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Kekurangan guru bahkan membuat sejumlah tenaga pendidik harus mengajar mata pelajaran di luar bidang kualifikasinya.
Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengatakan kondisi tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan kunjungan lapangan. Kekurangan guru juga terjadi di sekolah baru, seperti SMP 17 serta rencana SD modern di kawasan Jalan Kalibata dan Bondol.
“Data sebelum penarikan dari sekolah swasta, kekurangan guru mencapai lebih dari 260 orang. Sekitar 60 sampai 70 guru ASN sudah ditarik dari sekolah swasta, tetapi jumlah guru secara keseluruhan masih kurang,” ujarnya.
Menurutnya, rekrutmen guru baru belum dapat dilakukan karena adanya pembatasan kepegawaian. Terlebih, belanja pegawai Pemko Palangka Raya saat ini telah mencapai sekitar 42 persen.
Sebagai solusi, Komisi III mendorong Dinas Pendidikan melakukan pendataan sekolah dengan jumlah murid minim untuk dipertimbangkan regrouping.
“Sekolah yang kurang efektif karena minim murid bisa digabung. Kelebihan gurunya kemudian dapat didistribusikan ke sekolah yang masih kekurangan,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


