SAMPIT, katakata.co.id – Lebih dari 4.000 paket sembako dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bantuan tersebut disalurkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran melalui kegiatan pasar murah di Taman Kota Sampit, Jumat (28/8/2026).
Pasar murah kali ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Jika biasanya masyarakat harus menebus paket dengan harga yang telah disubsidi, kali ini seluruh paket diberikan tanpa dipungut biaya.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat di tengah kondisi yang sedang dihadapi daerah.
“Hari ini kami ada mengadakan pasar murah, ada sebanyak lebih dari 4.000 paket. Sebenarnya untuk pasar murah ini menebus tidak seberapa, tetapi hari ini kami gratiskan,” kata Agustiar.
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan kunjungan kerja Agustiar ke Sampit. Ia datang bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Bupati Kotim Halikinnor, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko serta Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pembagian sembako dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak kemarau panjang. Selain kekeringan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih menyelimuti sejumlah wilayah Sampit.
Selain pasar murah untuk masyarakat, Pemprov Kalteng juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Bupati Kotim.
Namun, program tersebut memiliki sasaran berbeda. GPM kali ini diperuntukkan bagi ASN golongan I hingga III, tenaga kontrak, outsourcing dan petugas kebersihan.
Kelompok tersebut tetap membeli paket pangan, tetapi mendapatkan potongan harga sebesar 40 persen sehingga hanya membayar 60 persen dari harga yang ditetapkan.
“Kalau GPM itu untuk ASN golongan I, golongan II, golongan III, outsourcing, cleaning service. Tapi itu membayar 60 persen, 40 persen diskon,” jelas Agustiar.
Menurutnya, kebijakan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi kelompok penerima. Ia menyebut sebagian tenaga tersebut memiliki pendapatan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp3 juta per bulan.
“Karena gaji mereka kami lihat pas-pasan. Kalau yang baru-baru kecil, memang seperti itulah situasi kondisinya, makanya hari ini mereka kita bantu,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Agustiar juga membagikan masker kepada masyarakat. Pembagian dilakukan sebagai langkah perlindungan di tengah memburuknya kualitas udara Sampit akibat kabut asap karhutla.
Bantuan pangan dan masker tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu warga menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap yang masih berlangsung di Kotim.
Editor : Juniardi


