SAMPIT, katakata.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah antisipasi di tengah kondisi kemarau panjang dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar diminta untuk sementara dihentikan.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran mengatakan, kebijakan tersebut diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan selama situasi belum memungkinkan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
“Maksud Pak Presiden itu, kalau ada El Nino begini, di-hold, tidak boleh membakar,” ujar Agustiar saat kunjungan kerja ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (28/8/2026).
Agustiar menjelaskan, imbauan tersebut bukan berarti pemerintah pusat menerbitkan aturan baru mengenai larangan pembakaran lahan. Pengendalian kebakaran lahan di Kalteng sebelumnya telah memiliki dasar aturan daerah.
Ia menyebut, ketentuan tersebut antara lain tertuang dalam Peraturan Daerah Kalteng Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan. Sementara ketentuan mengenai pembukaan dan pengelolaan lahan non-gambut bagi masyarakat hukum adat diatur melalui Pergub Kalteng Nomor 4 Tahun 2021.
Dalam kondisi karhutla yang masih terjadi, Agustiar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk terhadap aktivitas pembakaran di lingkungan permukiman.
Ia mengingatkan, api yang berasal dari pekarangan maupun lahan di sekitar rumah juga berpotensi menimbulkan kebakaran ketika kondisi lingkungan sangat kering.
“Saya imbauan, hati-hati kebakaran di pekarangan, jangan sembarang membakar dan sebagainya,” tegasnya.
Menurut Agustiar, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya sumber api baru.
Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan, terlebih dampak karhutla tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan masyarakat di masa mendatang.
“Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, ini tanggung jawab kita semua. Ini menyangkut masa depan generasi kita nanti,” katanya.
Editor : Juniardi


