PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menekankan perlunya peningkatan kerja sama lintas sektor untuk menekan berbagai tindak kejahatan di wilayah perkebunan kelapa sawit.
Ia menyampaikan bahwa penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan terpadu antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat agar upaya yang dilakukan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Permasalahan kejahatan di perkebunan sawit tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan penguatan sistem, keseragaman persepsi, dan sinergi dari semua pihak yang berkepentingan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, peningkatan pengawasan dan perbaikan mekanisme penanganan harus menjadi fokus utama guna mencegah potensi pelanggaran hukum sejak tahap awal.
Ia mengingatkan, tanpa dukungan menyeluruh dari berbagai unsur, langkah penindakan yang dilakukan berisiko tidak berjalan maksimal dan gagal menyasar akar persoalan.
“Koordinasi yang lemah akan membuat penanganan bersifat jangka pendek dan tidak menyelesaikan masalah secara komprehensif,” tuturnya.
Selain penegakan hukum, Junaidi juga menyoroti pentingnya membangun pemahaman bersama terkait dampak kejahatan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Ia menilai, tindak kriminal di kawasan perkebunan tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian daerah, keamanan masyarakat sekitar, serta keberlangsungan industri perkebunan.
“Edukasi dan sosialisasi hukum kepada masyarakat di sekitar perkebunan perlu diperkuat agar kesadaran hukum tumbuh dan potensi pelanggaran dapat ditekan,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


