PALANGKA RAYA, katakata.co.id – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka ruang bagi pemerintah dalam merealisasikan berbagai program pembangunan, termasuk rencana bantuan Rp500 juta untuk setiap desa yang menjadi salah satu komitmen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan kondisi APBD saat ini masih menghadapi tekanan. Karena itu, pemerintah perlu bekerja lebih maksimal dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
“Makanya kami juga minta dinas-dinas ini menggenjot pendapatan Kalteng, supaya di bulan 11 nanti capaian bisa 100 persen. Kami juga tetap mengawasi supaya bisa terpenuhi,” ucap Junaidi usai rapat paripurna DPRD Kalteng, Rabu (17/6/2026) malam.
Menurutnya, kemampuan fiskal menjadi faktor penting dalam menentukan ruang pemerintah untuk menjalankan program pembangunan. Penurunan APBD Kalteng dari sekitar Rp10,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun membuat pemerintah harus lebih cermat mengatur prioritas anggaran.
Junaidi menilai optimalisasi pendapatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh perangkat daerah yang memiliki potensi penerimaan perlu didorong agar mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Ia menegaskan, DPRD akan ikut mengawasi upaya peningkatan pendapatan tersebut. Harapannya, kondisi fiskal Kalteng dapat membaik sehingga berbagai program yang telah menjadi komitmen pemerintah dapat direalisasikan.
“DPRD terus mendorong perbaikan fiskal daerah supaya bisa terealisasi janji ini,” katanya.
Junaidi menjelaskan, bantuan Rp500 juta per desa diarahkan untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa. Karena itu, peningkatan kapasitas fiskal daerah menjadi bagian penting agar program tersebut dapat dijalankan tanpa mengganggu pembiayaan program prioritas lainnya.
Ia berharap pemerintah mampu mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan yang tersedia sehingga kondisi keuangan daerah semakin kuat.
“Dengan anggaran sebesar itu pembangunan di desa lebih cepat. Makanya DPRD terus mendorong perbaikan fiskal daerah supaya bisa terealisasi janji ini,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


