KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
Reading: Dalam Sehari, Luasan Karhutla Kotim Melonjak 710 Hektare
Bagikan
KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Legislatif
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
@2023 Copyright Katakata.co.id

Pemkab Kotawaringin Timur

Dalam Sehari, Luasan Karhutla Kotim Melonjak 710 Hektare

Minggu, 16 Agustus 2026 08:03
Bagikan
3 Min Read
Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim berjuang padamkan kebakaran lahan gambut.
Bagikan

SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami lonjakan luas yang cukup signifikan. Dalam sehari, luas lahan terbakar bertambah lebih dari 710 hektare.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, hingga 15 Agustus 2026 luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1.207 hektare. Sehari sebelumnya, luas karhutla tercatat 496,8 hektare.

Artinya, dalam kurun waktu satu hari terjadi penambahan sekitar 710,5 hektare atau meningkat sekitar 143 persen.

Lonjakan tersebut terutama dipengaruhi kebakaran yang terjadi di Kecamatan Seranau. Pada 14 Agustus, luas lahan terbakar di wilayah tersebut tercatat sekitar 3,5 hektare. Sehari kemudian, angkanya melonjak menjadi 703,5 hektare.

Dengan luasan tersebut, Seranau menjadi wilayah dengan kontribusi karhutla terbesar di Kotim, yakni sekitar 58,27 persen dari total lahan terbakar.

Selanjutnya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan luas 139,8 hektare atau sekitar 11,58 persen dan Kecamatan Baamang mencapai 114,6 hektare atau sekitar 9,49 persen.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan, angka luasan tersebut masih berupa estimasi karena pengukuran dilakukan dengan mengutamakan kecepatan penanganan di lapangan.

“Itu masih angka estimasi. Luas lahan terbakar adalah area yang diukur saat kejadian yang dapat ditangani oleh petugas. Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Peningkatan juga terlihat dari jumlah kejadian karhutla. Pada 14 Agustus tercatat sebanyak 302 kejadian, kemudian bertambah menjadi 317 kejadian pada 15 Agustus.

Sementara itu, jumlah titik panas atau hotspot juga meningkat. Pada 15 Agustus tercatat sebanyak 2.983 titik, naik 276 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 2.707 titik.

Wakil Koordinator III Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim, Rihel mengatakan, kondisi di lapangan semakin menantang karena sejumlah titik api sulit dijangkau kendaraan dan jauh dari sumber air.

Salah satunya terjadi di Desa Batuah, Kecamatan Seranau. Akses menuju lokasi kebakaran disebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga petugas harus menggunakan mesin apung serta selang panjang untuk menjangkau titik api.

“Termasuk di Desa Batuah, Kecamatan Seranau itu sama, yang di dekat RMU, di situ aksesnya sulit. Yang bisa masuk hanya unit roda dua. Berarti kita menggunakan mesin apung, selang harus panjang karena jarak sumber air dengan titik api sangat jauh,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Satgas mempertimbangkan pembuatan embung sementara di antara sumber air dan lokasi kebakaran. Skema ini memungkinkan air dipindahkan secara bertahap menggunakan beberapa unit pompa.

“Misalnya 500 meter, 500 meter bikin embung, baru pompa lagi. Paling tidak kita menggunakan tiga sampai empat unit pompa supaya imbang, tapi selangnya juga harus banyak dan panjang,” jelas Rihel.

Dengan lonjakan luas lahan terbakar dan bertambahnya titik kejadian, Satgas Karhutla Kotim masih terus memperkuat penanganan, terutama di wilayah yang memiliki akses sulit dan keterbatasan sumber air.

Editor: Juniardi

Editor Katakata Minggu, 16 Agustus 2026 08:03
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please select a rating!

POPULER

Bias Layar : Saya Ingatkan Kepada Kepala Daerah Se-Kalteng Hati-Hati Dalam Kelola Keuangan Daerah
Selasa, 18 Agustus 2026 12:06
Diduga Jual Nama GDAN, Imar Alias Kacong Akan menghadapi Sidang Adat
Selasa, 11 Agustus 2026 16:19
GDAN: Deklarasi Iman Ratusan Remaja dan Pemuda GKE, Wujud Perlawanan terhadap Narkoba
Jumat, 28 Agustus 2026 14:44
Dari Jejak Penerjun hingga Buku Sejarah: Perjuangan Pemuda Dayak AURI, Kami Datang untuk Kalimantan
Senin, 17 Agustus 2026 19:53
Mampukah Prof. Juni Gultom Membawa Perahu Dayung Kalteng Melaju Kencang ?
Selasa, 1 September 2026 11:37

Berita Terbaru

Bentuk Kepedulian, Yansen Binti Bagikan Ratusan Bingkisan Vitamin 
Kalimantan Tengah Palangka Raya Sabtu, 5 September 2026 15:30
Asap Karhutla Makin Mengancam, Seruyan Siapkan Opsi Belajar Daring
Kalimantan Tengah Pemkab Seruyan Seruyan Jumat, 4 September 2026 23:29
Plasma 20 Persen Belum Tuntas, Pemkab Seruyan Tempuh Jalur Kementerian
Kalimantan Tengah Pemkab Seruyan Seruyan Jumat, 4 September 2026 23:22
Karhutla Kepung Seruyan Raya, Sekolah Didorong Beralih Daring
DPRD Seruyan Kalimantan Tengah Pemkab Gunung Mas Seruyan Jumat, 4 September 2026 17:43
Bupati Seruyan: Komunikasi Publik Bukan Sekadar Publikasi, Media Punya Peran Strategis
Kalimantan Tengah Pemkab Seruyan Seruyan Jumat, 4 September 2026 17:38

You Might Also Like

Pemkab Kotawaringin Timur

Polisi Tangani 16 Kasus Karhutla di Kotim, Puluhan Saksi Diperiksa

Kamis, 3 September 2026 21:24
Pemkab Kotawaringin Timur

Lebih Sebulan Hadapi Karhutla, Pemkab Kotim Periksa Kesehatan Petugas dan Relawan

Kamis, 3 September 2026 21:21
Pemkab Kotawaringin Timur

Terancam Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi dari Kawasan Hutan Sampit

Kamis, 3 September 2026 21:16
Bupati Kotim, Halikinnor, saat meninjau penanganan karhutla yang terjadi di Sampit, Selasa (1/9/2026).
Pemkab Kotawaringin Timur

Kotim Akan Mendapat Bantuan 10 Mobil Tangki Untuk Tangani Karhutla

Kamis, 3 September 2026 21:13
KatakataKatakata
Follow US
© 2023 Global Media Bersaudara | Katakata.co.id
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selamat Datang!

Login ke Akun Anda

Lost your password?