SAMPIT,katakata.co.id– Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur menggelar apel gabungan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, terutama banjir. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan peningkatan curah hujan dalam beberapa bulan mendatang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada periode November hingga Februari mendatang, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena beberapa daerah di Kotim diketahui rawan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Menindaklanjuti hal itu, Polres Kotawaringin Timur menggelar apel gabungan bersama berbagai instansi, seperti TNI, BPBD, relawan, dan unsur pemerintah daerah. Apel ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan personel serta ketersediaan sarana dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Rezky Maulana Zulkarnaen, menyampaikan bahwa langkah mitigasi menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Kami menyiapkan personel dan seluruh sarana yang diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama banjir yang sering terjadi di wilayah-wilayah rawan,” ujarnya.
Rezky menjelaskan, sejumlah desa yang berada di bantaran sungai menjadi wilayah paling rawan terdampak banjir. Faktor pasang surut air sungai ditambah tingginya intensitas hujan menjadikan daerah tersebut rentan terendam air.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri dalam penanganan bencana.
“Kami berjalan beriringan dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, pihak swasta, serta masyarakat. Kolaborasi ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” jelasnya.
Dengan kesiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor, Polres Kotim berharap potensi dampak bencana dapat diminimalisir, khususnya dalam mencegah timbulnya korban jiwa serta kerugian materiil di masyarakat.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


