PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Perayaan Dharma Shanti dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sekaligus peringatan HUT ke-46 integrasi Kaharingan-Hindu berlangsung khidmat di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus mempererat persatuan, khususnya bagi umat Hindu Kaharingan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peringatan ini tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Menurutnya, Hari Raya Nyepi melalui ajaran Catur Brata Penyepian mengandung makna mendalam tentang introspeksi diri serta menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Momentum hari ini sangat istimewa. Hari Raya Nyepi mengajarkan kita untuk introspeksi diri melalui Catur Brata Penyepian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peringatan 46 tahun integrasi Kaharingan-Hindu sebagai tonggak sejarah penting dalam pengakuan identitas spiritual lokal yang tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tema yang diangkat tahun ini, “Satu Bumi, Satu Keluarga”, dinilai sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjadi nilai hidup masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Konsep tersebut menekankan pentingnya kebersamaan dalam keberagaman.
“Satu Bumi mengingatkan kita bahwa kita berpijak di tanah yang sama dan memiliki tanggung jawab bersama menjaga kelestarian alam Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, makna “Satu Keluarga” mencerminkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk memperkaya kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pembangunan di bidang keagamaan, termasuk pembinaan umat Hindu Kaharingan agar tetap berperan aktif dalam menjaga kerukunan.
“Saya berharap umat Hindu Kaharingan terus menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” tegasnya.
Ia turut mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Dayak yang selaras dengan ajaran Hindu Kaharingan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Mari jadikan nilai kearifan lokal sebagai fondasi dalam membangun daerah yang maju dan berkeadilan,” pungkasnya.
Mengakhiri sambutan, Gubernur menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta HUT ke-46 integrasi Kaharingan-Hindu kepada seluruh umat Hindu di Kalimantan Tengah.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


