SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mengaktifkan kembali Bumi Perkemahan (Buper) di Kecamatan Kota Besi. Kawasan tersebut akan diarahkan sebagai salah satu lokasi kegiatan kepramukaan, khususnya kegiatan dengan skala kecil.
Bupati Kotim, Halikinnor, meminta Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kotim bersama instansi terkait, untuk mulai melakukan pembenahan terhadap kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Saya minta Ketua Kwarcab dan jajaran mulai membangkitkan serta membersihkan bumi perkemahan yang ada di Kota Besi. Jadi kalau ada kegiatan Pramuka skala kecil bisa kita laksanakan di sana. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” katanya, Minggu (9/8/2026).
Halikinnor menilai, lokasi Buper Kota Besi cukup strategis karena berada relatif dekat dari pusat Kota Sampit. Dengan luas sekitar 12 hektare, kawasan tersebut dinilai dapat mendukung berbagai kegiatan seperti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), latihan rutin maupun aktivitas kepramukaan lainnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim diminta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim.
Pembenahan kawasan dinilai perlu dilakukan terlebih dahulu agar fasilitas yang tersedia dapat kembali dimanfaatkan dengan baik.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kotim, Angga Aditya Nugraha mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada Dinas SDABMBKPRKP terkait rencana mengaktifkan kembali Buper Kota Besi.
“Kita sudah ada bersurat ke PU bahwasanya kita mengharapkan untuk Buper yang ada di Kota Besi itu diaktifkan kembali. Karena sebagaimana kita ketahui bahwasanya Buper di Kota Besi itu merupakan aset terdekat ke kota sebenarnya,” ujarnya.
Meski memiliki lokasi yang cukup luas dan strategis, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi sebelum Buper tersebut dapat digunakan kembali.
Salah satu kendalanya, jelas Angga, adalah ketersediaan air. Kondisi tersebut menjadi bagian dari fasilitas dasar yang perlu dicarikan solusi agar kegiatan perkemahan dapat berlangsung dengan nyaman.
“Yang saya ketahui, di situ masih ada kendala air dan kami masih mencari solusinya,” katanya.
Pengaktifan kembali Buper Kota Besi nantinya tidak akan mengubah fungsi Buper Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit. Kedua lokasi tersebut akan memiliki peruntukan yang berbeda sesuai skala kegiatan.
Untuk kegiatan kepramukaan berskala besar, Pemkab Kotim tetap mengarahkan pelaksanaannya di Buper Ujung Pandaran, karena kawasan tersebut memiliki kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai.
Sementara Buper Kota Besi, diharapkan menjadi alternatif lokasi yang lebih dekat bagi kegiatan Pramuka skala kecil maupun latihan rutin.
Editor: Juniardi


