SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Tumpukan sampah yang dibuang secara liar di sepanjang Jalan MT Haryono Barat, Kecamatan Mentawa Baru Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mengkhawatirkan. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, keberadaan sampah tersebut juga berpotensi menjadi sumber kebakaran di tengah kondisi kemarau.
Kekhawatiran semakin besar karena sebagian tumpukan sampah di lokasi tersebut ditemukan dalam kondisi bekas terbakar. Jika api merembet ke semak dan lahan kering di sekitarnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lurah Mentawa Baru Hulu, Iwansyah mengatakan, kawasan tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah secara sembunyi-sembunyi. Aktivitas itu biasanya dilakukan pada dini hari ketika kondisi jalan relatif sepi.
“Biasanya subuh jam 2 atau jam 3 mereka membuang sampah di pinggir Jalan MT Haryono Barat,” ujar Iwansyah, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, sampah yang dibuang tidak hanya berasal dari rumah tangga. Di lokasi tersebut juga ditemukan sampah yang diduga berasal dari aktivitas pembangunan perumahan, bengkel hingga pertokoan di sekitar kawasan pasar.
Pihak kelurahan telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Imbauan juga disampaikan melalui perangkat RT dan RW, namun praktik pembuangan sampah liar masih terus terjadi.
Iwansyah mengatakan, persoalan tersebut menjadi lebih serius ketika sampah yang menumpuk kemudian dibakar. Terlebih, lokasi pembuangan berada berdekatan dengan semak belukar yang saat ini dalam kondisi kering.
“Jangan membakar sampah sembarangan, terlebih di lokasi yang berdekatan dengan lahan dan kawasan yang mudah terbakar,” tegasnya.
Ia menyebut, kejadian serupa bahkan pernah terjadi sebelumnya. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah sempat merembet ke lahan di sekitar kawasan tersebut.
Untuk mencegah kejadian berulang, pihak kelurahan telah beberapa kali berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembersihan serta perataan kawasan menggunakan alat berat.
Selain itu, penerangan di sekitar lokasi juga dinilai diperlukan. Kondisi kawasan yang minim penerangan dan sepi pada malam hari dinilai memudahkan oknum membuang sampah secara diam-diam.
“Penerangan juga penting, untuk mencegah orang membuang sampah secara sembunyi-sembunyi pada malam hari,” tuturnya.
Kelurahan Mentawa Baru Hulu juga rutin melakukan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di kawasan tersebut. Namun, upaya itu belum mampu menghentikan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.
“Kami tiap Jumat gotong royong ambil ini semuanya. Baru siang tadi gotong royong, nanti sore sudah ada lagi,” ungkap Iwansyah.
Pemerintah kelurahan berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan lahan kosong maupun pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah, terlebih di tengah musim kemarau dan meningkatnya ancaman karhutla di Kotim.
Editor: Juniardi


