SAMPIT, katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Profiling Warga Binaan Pemasyarakatan bagi seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK), Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang tengah Kantor Bapas Kelas II Sampit itu diikuti oleh 12 Pembimbing Kemasyarakatan dan menghadirkan psikolog, Vina Witri Astuti, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin antara Bapas Sampit dengan pihak psikolog. Menurutnya, peningkatan kapasitas PK sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pembimbingan dan penyusunan rekomendasi yang lebih akurat.
“Pelatihan ini bertujuan agar Pembimbing Kemasyarakatan mampu melakukan analisis terhadap warga binaan secara lebih komprehensif, sehingga rekomendasi yang diberikan dalam Penelitian Kemasyarakatan dapat semakin tepat dan berkualitas,” ujar Prayudha.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar profiling, teknik asesmen, prinsip Risk-Need-Responsivity (RNR), analisis faktor risiko dan faktor protektif, hingga penyusunan profil klien beserta rekomendasi dan rencana pembimbingan.
Prayudha menjelaskan bahwa kemampuan profiling menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembimbingan karena dapat membantu PK memahami karakteristik, kebutuhan, serta potensi risiko yang dimiliki setiap WBP.
“Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kondisi klien, PK dapat menyusun program pembimbingan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan,” katanya.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman di antara peserta. Selain memperoleh materi dan penyegaran pengetahuan, para PK juga mendapatkan format panduan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun profiling WBP secara lebih sistematis.
Sebagai tindak lanjut, hasil pelatihan tersebut akan diimplementasikan melalui praktik langsung profiling terhadap warga binaan di Lapas Sampit yang akan dilakukan dengan pendampingan dan supervisi dari psikolog.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan,” tutup Prayudha.
Kegiatan berakhir dalam suasana kondusif dan mendapat respons positif dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


