Katingan, katakata.co.id – Suasana Pasar Ikan di Jalan Pasar, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendadak mencekam pada Selasa (28/4/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka berat di bagian lengan.
Korban diketahui bernama Garuda alias Muhamad Irwan (45), warga Desa Telangkah, Kecamatan Katingan Hilir, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta. Ia mengalami luka robek serius disertai dugaan retak tulang pada lengan kanan akibat serangan parang.
Peristiwa bermula saat pelaku yang dikenal warga dengan nama Upik Awang diduga datang ke area pasar dalam kondisi membuat kegaduhan. Kehadirannya sontak mengganggu aktivitas para pedagang dan pengunjung pasar yang tengah beraktivitas.
Melihat kondisi tersebut, korban berupaya menenangkan sekaligus meminta pelaku untuk meninggalkan lokasi. Namun, upaya itu justru berujung ketegangan. Adu mulut tak terhindarkan hingga situasi semakin memanas.
Dalam hitungan detik, pelaku yang membawa sebilah parang langsung mengayunkan senjatanya ke arah korban. Korban sempat menangkis menggunakan tangan kanan, namun tetap mengalami luka parah.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Bahkan, dalam pelariannya, pelaku sempat mengancam warga yang melintas agar mengantarkannya ke arah Jalan Kuburan Pal 2 Baun Bango.
Korban kemudian segera dievakuasi warga ke tempat praktik dokter setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kasongan. Kondisinya yang cukup serius membuat korban direkomendasikan untuk penanganan lanjutan ke Palangka Raya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang hingga kini belum berhasil diamankan. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan residivis yang kerap meresahkan masyarakat di sekitar kawasan pasar.
Selain itu, pelaku juga diketahui sebelumnya sempat terlibat keributan dengan warga lain, yang saat itu dilerai oleh korban. Peristiwa tersebut diduga menjadi pemicu munculnya dendam hingga berujung pada aksi kekerasan.
Polisi kini terus melakukan penelusuran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta segera melapor apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut pihak kepolisian.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


