SAMPIT, katakata.co.id – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap, bisa mengakses akses layanan kesehatan melalui 22 Rumah Oksigen yang disiagakan pemerintah daerah.
Fasilitas tersebut disiapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, di 21 puskesmas yang tersebar pada 17 kecamatan serta Public Safety Center (PSC) 119 di Jalan Ahmad Yani Sampit.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kotim, dr. Noorliyana mengatakan, layanan tersebut telah berjalan sejak awal Agustus 2026. Masyarakat dapat memanfaatkannya ketika mengalami keluhan pernapasan, setelah terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Rumah oksigen ada di PSC 119 dan 21 puskesmas sudah satu bulan dari awal Agustus. Di PSC dan puskesmas kita menyediakan fasilitas oksigen, termasuk untuk nebulizer,” ujar Noorliyana, Sabtu (5/9/2026).
Keluhan yang paling banyak ditangani di fasilitas tersebut adalah sesak napas. Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat umum, tetapi juga dapat digunakan petugas yang berada di lapangan untuk menangani karhutla.
Noorliyana mencontohkan, PSC 119 sebelumnya menerima warga yang mengalami sesak setelah tempat tinggalnya dikepung api dan asap. Warga tersebut kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
“Seperti di PSC kemarin karena rumahnya terkurung api, lalu dia sesak, dibawalah ke PSC 119,” jelasnya.
Rumah Oksigen disiagakan selama 24 jam setiap hari. Penanganan awal dilakukan dengan pemberian oksigen, sedangkan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat diberikan obat sesuai dengan keluhan dan kondisi yang dialami.
Durasi penggunaan oksigen juga tidak sama pada setiap pasien. Noorliyana menyebut, dalam kondisi tertentu penanganan dapat berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam, tergantung tingkat sesak yang dialami.
Dinkes Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap. Menurut Noorliyana, persoalan utama bukan hanya asap yang terlihat, tetapi partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 yang dapat terhirup.
“Yang ditakutkan bukan asapnya, tetapi partikel-partikel yang terkandung di dalam asapnya, baik PM2.5 maupun PM10,” ujarnya.
Selain Rumah Oksigen, Dinkes Kotim juga menyiagakan klinik kesehatan di Posko Karhutla yang berada di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Klinik tersebut difungsikan untuk mendukung pemeriksaan dan pengobatan petugas, yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Editor : Juniardi


