PALANGKA RAYA, katakata.co.id — Arus distribusi hasil tangkapan laut dari Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini masih banyak mengalir ke luar daerah. Provinsi tetangga seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tujuan utama pemasaran, terutama melalui wilayah perbatasan seperti Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan, meski potensi produksi tergolong besar. Pemerintah daerah pun mengakui persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Hj Siti Nafsiah, memandang fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang wajar. Menurutnya, nelayan cenderung memilih jalur distribusi yang memberikan keuntungan lebih besar, baik dari sisi harga maupun kemudahan akses pasar.
“Secara umum, ini merupakan mekanisme pasar yang berjalan rasional, dipengaruhi oleh pertimbangan harga, akses, dan efisiensi distribusi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini sekaligus menjadi sinyal masih lemahnya sistem perdagangan dan distribusi di dalam daerah. Akibatnya, nilai tambah dari sektor perikanan belum sepenuhnya dinikmati di wilayah Kalteng sendiri.
Data produksi perikanan tangkap tahun 2025 menunjukkan capaian yang cukup tinggi, yakni lebih dari 159 ribu ton. Sayangnya, potensi tersebut belum diiringi dengan penguatan tata niaga lokal yang mampu menyerap hasil tangkapan secara maksimal.
Siti Nafsiah juga menyoroti keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Pulang Pisau. Minimnya fasilitas seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, hingga sistem rantai dingin menjadi kendala utama dalam memperkuat distribusi dalam daerah.
“Permasalahan ini tidak hanya teknis sektoral, tetapi juga berkaitan dengan struktur logistik dan konektivitas wilayah secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan daya saing harga serta memperluas akses pasar lokal. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan juga perlu dipercepat agar distribusi hasil tangkapan lebih efisien.
Dengan langkah terintegrasi, diharapkan produksi perikanan yang tinggi dapat memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kalteng.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ardi


