SAMPIT, katakata.co.id– Tingginya permintaan telur ayam segar di wilayah Kotawaringin Timur dan Seruyan mendorong berkembangnya usaha peternakan ayam petelur, khususnya di desa-desa sekitar perusahaan di bawah Wilmar Grup dalam dua tahun terakhir.
Peluang tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pendapatan keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru. Namun, sebagian besar peternak masih bergantung pada pakan pabrikan, yang berdampak pada ketergantungan pasokan serta fluktuasi harga.
Kondisi itu menjadi latar belakang digelarnya pelatihan pengolahan pakan mandiri oleh PT KKP bersama Kelompok Tani (Poktan) Pahari Sejahtera Desa Tangar. Kegiatan berlangsung di kebun Poktan Km 11, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (2/4/2026).
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang ekonomi, PT KKP menghadirkan trainer pengolahan pakan asal Kabupaten Kapuas, Agung Setiawan. Ia memberikan pelatihan sekaligus demonstrasi pembuatan pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan lokal seperti jagung giling, bekatul, dan konsentrat.
“Tingkat produktivitas telur dengan pakan olahan mandiri ini minimal 90 persen. Bahkan dalam praktik di kandang Poktan Pahari Sejahtera bisa mencapai 97 persen per hari,” ujar Agung saat sesi paparan.
Ia juga menekankan efisiensi biaya dari penggunaan pakan mandiri. “Selisih biaya bisa mencapai Rp800 per kilogram dibanding pakan pabrikan, bahkan hingga Rp2.400 untuk pakan eceran. Jika dihitung per karung, penghematan bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp120.000 per 50 kilogram,” jelasnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Endrayatno, mengapresiasi kolaborasi tersebut. “Pelatihan ini merupakan langkah positif untuk mendorong kemandirian petani dan peternak desa, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Poktan Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, menyampaikan terima kasih atas dukungan perusahaan. Ia berharap pelatihan ini memberi dampak nyata bagi pengembangan usaha ternak yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
CSR Manager PT KKP, Widiyanto, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kegiatan serupa. “Ke depan, program CSR akan memfasilitasi pembelajaran silang antar desa dan kelompok usaha dengan fokus pengembangan ekonomi yang beragam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadikan Poktan Pahari Sejahtera sebagai percontohan dalam inovasi pakan mandiri. “Harapannya, ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menginspirasi kelompok tani lainnya,” tutup Widiyanto.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


