PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya melaksanakan panen perdana budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dikelola Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Srikandi 40. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Kamis (12/3/2026).
Panen perdana itu dilaksanakan di area budidaya perikanan milik Lapas Palangka Raya dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, bersama jajaran, Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo, petugas pembinaan, serta warga binaan yang terlibat dalam program tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil Ditjenpas Kalteng turut secara langsung melakukan panen ikan lele bersama petugas dan warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
I Putu Murdiana menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Lapas Palangka Raya yang terus mengembangkan berbagai program pembinaan produktif, salah satunya melalui budidaya perikanan.
“Program seperti budidaya ikan lele ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat kemandirian bagi warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo menjelaskan bahwa Pokdakan Srikandi 40 merupakan salah satu program pembinaan berbasis keterampilan yang juga mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat, sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih produktif,” kata Hisam.
Ia menambahkan, hasil panen ikan lele tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal serta sebagai bagian dari pengembangan program budidaya berikutnya. Program ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Palangka Raya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


