PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meminta PT PLN segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait kembali diterapkannya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui penyebab, jadwal, serta perkiraan lamanya pemadaman.
Hal tersebut disampaikan Fairid Naparin saat ditemui awak media usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026).
Fairid mengatakan, hingga saat ini masyarakat masih membutuhkan kepastian informasi dari PLN. Ia menilai penjelasan resmi akan membantu meredam keresahan warga, terlebih sebelumnya sempat disampaikan bahwa kondisi kelistrikan telah kembali normal.
“Yang pertama, informasi dulu kepada warga. Kalau memang ada pemadaman lanjutan, mohon PLN segera memberikan penjelasan kepada masyarakat, kenapa terjadi, bagaimana jadwalnya, dan sampai kapan. Kemarin sudah disampaikan kondisi normal, tetapi sekarang kembali terjadi pemadaman. Ini yang perlu dijelaskan agar masyarakat tidak bingung,” ujarnya.
Ia mengaku telah menerima laporan awal dari dinas terkait, namun hingga kini belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai penyebab kembali diberlakukannya pemadaman bergilir tersebut.
Selain itu, Fairid juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait dampak pemadaman terhadap pelayanan kesehatan. Menurutnya, rumah sakit pada dasarnya memiliki standar operasional yang mengharuskan tersedianya genset sebagai sumber listrik cadangan sehingga pelayanan medis tetap berjalan saat terjadi gangguan pasokan listrik.
“Rumah sakit memiliki standar yang memang mengharuskan adanya genset. Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena listrik padam. Kalau sampai pelayanan terganggu akibat tidak adanya genset, tentu perlu dievaluasi apakah standar tersebut sudah dipenuhi,” jelasnya.
Meski demikian, Fairid menegaskan perhatian utamanya saat ini adalah dampak pemadaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Ia berharap PLN dapat meningkatkan komunikasi publik sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dampak pemadaman dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
“Paling penting adalah masyarakat, terutama pelaku usaha dan aktivitas perekonomian warga. Mereka perlu informasi yang jelas agar bisa mempersiapkan diri. Karena itu saya berharap PLN lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” tegas Fairid.
Wali Kota juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi sistem kelistrikan di Kota Palangka Raya, sembari berharap pelayanan kelistrikan dapat segera kembali normal.
Penulis :Wiyandri
Editor : Ardi


