SAMPIT, katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) meningkatkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. UKPBJ diharapkan tidak berhenti pada pekerjaan administratif, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, saat membuka kegiatan konsultasi dan pendampingan penyusunan bukti dukung serta persiapan menuju Pusat Keunggulan Pengadaan Barang/Jasa (PKP-BJ) Proaktif wilayah Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 35 peserta yang terdiri dari kepala UKPBJ dan pengelola kapabilitas UKPBJ dari pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota se-Kalteng.
Halikinnor menilai, pengadaan barang dan jasa memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan pengelolaan anggaran pemerintah dan manfaat yang diterima masyarakat.
Menurutnya, UKPBJ perlu bertransformasi menjadi organisasi yang mampu memberikan solusi dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Ia menegaskan, capaian menuju PKP-BJ Proaktif jangan hanya dipandang sebagai pemenuhan indikator atau pencapaian administratif. Status tersebut harus mencerminkan profesionalisme, inovasi, integritas dan kualitas pelayanan UKPBJ.
Karena itu, setiap bukti dukung yang disiapkan dalam proses penilaian harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar telah dilaksanakan serta memberikan dampak bagi organisasi dan masyarakat.
Halikinnor juga meminta, peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan UKPBJ terus dilakukan. Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam proses pengadaan dinilai penting untuk menciptakan layanan yang lebih efektif, efisien dan transparan.
Lebih jauh, ia berharap pengadaan pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Anggaran daerah yang dibelanjakan harus mampu mendukung produk dalam negeri, pemberdayaan UMKM dan koperasi, peningkatan pelayanan publik hingga mempercepat pembangunan.
Sementara itu, Ketua Panitia Suharno mengatakan, pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman UKPBJ mengenai indikator kematangan dan mekanisme penilaian PKP-BJ Proaktif.
Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan bukti dukung sekaligus menyusun strategi untuk mempercepat peningkatan kematangan UKPBJ.
Pendampingan menghadirkan pembina kapabilitas UKPBJ dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta pengelola kapabilitas UKPBJ dari Pemerintah Kota Depok.
Melalui kegiatan tersebut, UKPBJ di Kalteng diharapkan semakin matang dan mampu membangun tata kelola pengadaan yang profesional, transparan, akuntabel serta berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
Editor : Juniardi


