SAMPIT, katakata.co.id – Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan yang dinilai penting bagi generasi muda. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pun mulai mendorong pelajar agar lebih percaya diri, dalam menyampaikan pendapat melalui pelatihan public speaking.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim tersebut, diikuti puluhan pelajar dari 11 sekolah menengah atas sederajat, Kamis (27/8/2026).
Kepala Dispora Kotim, Muhammad Irfansyah mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan agar pelajar berani berbicara di hadapan banyak orang. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menyampaikan pendapat dengan bahasa yang tepat dan sikap yang baik.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum dapat menjadi bekal bagi pelajar, baik dalam lingkungan sekolah maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat.
“Public speaking ini nantinya anak-anak generasi muda kita bisa berbicara di depan umum maupun memberikan pendapatnya dengan bagus,” kata Irfansyah.
Ia berharap, kemampuan tersebut dapat membuat pelajar lebih konstruktif ketika menyampaikan kritik. Artinya, pendapat yang disampaikan tidak berhenti pada kritik, tetapi juga disertai gagasan dan solusi.
“Jadi mereka tidak hanya bisa mengkritik saja, tapi bisa memberikan masukan-masukan yang bermanfaat nantinya,” ujarnya.
Irfansyah menilai, kemampuan komunikasi juga berkaitan erat dengan etika dalam berinteraksi. Pelajar perlu mengetahui bagaimana menyampaikan sesuatu kepada teman maupun guru, tanpa menggunakan bahasa yang dapat menyakiti orang lain.
“Public speaking sebenarnya hampir boleh dikatakan seperti sopan santun. Manfaatnya di sekolah, mungkin nanti tidak ada lagi kata-kata bullying. Dengan guru, mereka bisa berbicara juga bagaimana adabnya,” jelasnya.
Menurutnya, keterampilan berbicara tidak dapat dikuasai hanya melalui satu kali pelatihan. Kemampuan tersebut perlu terus diasah dengan membiasakan diri berbicara, berdiskusi dan menyampaikan gagasan secara positif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kotim, Supriadi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelajar dalam bidang komunikasi.
Peserta diarahkan agar mampu mengendalikan rasa gugup, membangun kepercayaan diri, serta menyampaikan informasi maupun gagasan secara jelas kepada orang lain.
“Tujuan utamanya membekali peserta agar mampu mengatasi rasa gugup, meningkatkan kepercayaan diri dan menyampaikan pesan atau gagasan secara jelas serta persuasif di depan audiens,” pungkasnya.
Editor : Juniardi


