SAMPIT,katakata.co.id — Turnamen bola basket antar pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi dimulai, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Lodan, Jalan Sari Gading Barat ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda.
Turnamen yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Mei 2026. Sejumlah sekolah ambil bagian, di antaranya SMA Negeri 1 Sampit, SMA Negeri 2 Sampit, SMA Negeri 3 Sampit, SMK Negeri 1 Sampit, SMA Taruna Jaya Sampit, serta MAN Sampit dengan kategori putra dan putri.
Kepala Dispora Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa turnamen ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar di daerah, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Harapan kami kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Dukungan semua pihak, termasuk Perbasi, sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet muda terus berjalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sektor olahraga memiliki standar yang tidak bisa dikompromikan meskipun anggaran terbatas.
“Dalam olahraga tidak ada istilah efisiensi yang mengurangi standar. Lari 100 meter tetap 100 meter. Jadi kegiatan tetap harus berjalan dengan menyesuaikan kondisi yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irfansyah menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia juga mengingatkan pelatih agar tidak hanya fokus pada teknik, tetapi turut membangun mental dan karakter atlet.
“Menang atau kalah itu hal biasa, tetapi sikap sportif adalah yang utama,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Wim Reinardt Kalawa Benung, menilai turnamen ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, hingga kepemimpinan,” ucapnya.
Ia berpesan kepada para peserta agar menjadikan ajang ini sebagai proses pembelajaran, bukan hanya mengejar kemenangan.
“Di sini kalian belajar menghargai proses, menghormati lawan, dan mematuhi aturan. Nilai-nilai ini akan berguna dalam kehidupan ke depan,” tambahnya.
Menurutnya, pembinaan olahraga pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi atlet muda di Kotim.
“Kami berharap dari turnamen ini lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Selain kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai sekolah di Kotim, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong minat olahraga sekaligus membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter,” tandasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


