SAMPIT, katakata.co.id – Ratusan pebalap lokal hingga nasional ambil bagian dalam ajang road race yang digelar di Sirkuit non permanen Taman Kota Sampit pada akhir pekan lalu. Event ini sekaligus menjadi penutup sejarah panjang Taman Kota Sampit sebagai lintasan balap motor non permanen di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Tidak kurang dari 200 pembalap memacu kecepatan di lintasan balap yang berada di pusat Kota Sampit tersebut. Ribuan penonton pun tampak memadati sepanjang lintasan untuk menyaksikan langsung ketatnya persaingan para pembalap di setiap kelas yang dipertandingkan.
Sebanyak 21 kelas balap digelar dalam ajang tersebut, mulai dari kelas khusus pembalap lokal hingga kelas terbuka yang diikuti sejumlah pembalap nasional. Persaingan ketat terjadi di setiap lap, menjadikan event ini sebagai salah satu ajang balap paling bergengsi di Kota Sampit.
Namun di balik meriahnya pelaksanaan road race, ajang ini juga menandai berakhirnya penggunaan Taman Kota Sampit sebagai sirkuit balap motor. Para pembalap berharap ke depan Sampit dapat memiliki sirkuit permanen yang representatif untuk menunjang pembinaan atlet balap motor.
Juara umum kelas terbuka, Aksal Ilham, menyampaikan harapannya agar pembangunan Sirkuit Sahati di Jalan Jenderal Sudirman Sampit dapat segera dilanjutkan sehingga para pembalap memiliki wadah yang aman dan layak untuk berlatih serta bertanding.
Harapan tersebut bergantung pada kelanjutan pembangunan Sirkuit Sahati yang saat ini masih mangkrak. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan pembangunan sirkuit tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026, sehingga pada tahun 2027 mendatang event balap motor sudah dapat digelar di sirkuit permanen tersebut.
Asisten I Setda Kotawaringin Timur, Oktaf Pahlevi, menyampaikan bahwa keberadaan sirkuit permanen sangat penting sebagai sarana pembinaan olahraga otomotif serta penyaluran minat generasi muda di bidang balap motor.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotawaringin Timur, Angga Aditya Nugraha, menegaskan bahwa ajang road race ini tidak hanya sekadar perlombaan, namun juga menjadi sarana penjaringan pembalap muda lokal sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026.
Di tengah gemuruh mesin dan sorak sorai penonton, ajang road race tersebut pun menjadi penutup perjalanan panjang Taman Kota Sampit sebagai sirkuit non permanen yang selama ini menjadi arena para pembalap memacu “kuda besi” mereka.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


