BANJARBARU,katakata.co.id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis Creating Shared Value (CSV). Program ini diarahkan untuk memperkuat Desa Bi’ih sebagai desa inklusi yang mampu mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Implementasi program tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan TJSL sekaligus pembukaan pelatihan Maturity Level Desa Inklusi yang berlangsung di Gedung Sentra Budi Luhur Banjarbaru pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari delapan desa.
Dalam program tersebut, PLN memberikan dukungan berupa penyediaan sarana yang ramah difabel, pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, mengatakan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Melalui pendekatan Creating Shared Value, kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Harapannya, Desa Bi’ih dapat menjadi contoh desa inklusi yang mandiri dan berdaya,” ujar Bayu.
Pemerintah Kabupaten Banjar turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dijalankan PLN. Mewakili Bupati Banjar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
“Program PLN menjadi stimulus penting bagi desa-desa di Kabupaten Banjar untuk menghadirkan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas serta membuka kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” kata Rakhmat.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan bahwa keberhasilan program TJSL diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata dari pelaksanaan kegiatan.
“Capaian PLN tidak hanya diwujudkan melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program TJSL berbasis Creating Shared Value menjadi bukti bahwa PLN terus menghadirkan manfaat yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan sosial dan ekonomi,” ujar Riko.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program pemberdayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap Desa Bi’ih dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak desa inklusi di Kalimantan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PLN akan terus memperkuat capaian perusahaan sekaligus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program TJSL berbasis Creating Shared Value, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, inklusif, dan memiliki kesempatan yang setara dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Penulis: Ardi
Editor : Ika


