PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera tingkat provinsi dalam rangka memperingati Hari Konstitusi Nasional ke-81 Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama dengan MPR RI tersebut akan diikuti 10 tim pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Ketua PPI Provinsi Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda melalui penanaman nilai kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih kedisiplinan, kekompakan, dan juga memupuk jiwa kepemimpinan para peserta. Dalam baris-berbaris, mereka belajar bekerja sama, memahami gerakan satu sama lain, dan membangun rasa tanggung jawab dalam tim,” ujar Heru.
Menurutnya, lomba tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai provinsi di Indonesia. Di Kalimantan Tengah, penyelenggaraan dipercayakan kepada PPI Provinsi Kalimantan Tengah.
“Ini merupakan kerja sama dengan MPR RI. Di tingkat pusat dilaksanakan bersama PPI, kemudian di tingkat provinsi dilaksanakan oleh PPI di masing-masing daerah. Untuk Kalimantan Tengah, penyelenggaranya adalah PPI Provinsi Kalimantan Tengah,” katanya.
Sebanyak 10 tim ambil bagian dalam kompetisi ini, yakni SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, SMA Negeri 3 Pangkalan Bun, SMA Negeri 2 Sampit, SMK Negeri 2 Sampit, SMA Negeri 4 Palangka Raya, SMA Negeri 5 Palangka Raya, SMK Negeri 2 Palangka Raya, SMK Negeri 4 Palangka Raya, SMA Negeri 1 Kuala Kapuas, dan SMK Swasta Karsa Mulya.
Heru mengapresiasi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengikuti perlombaan.
“Ada peserta yang datang dari Pangkalan Bun dengan perjalanan sekitar 10 jam. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari para pelajar untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Dalam perlombaan tersebut, sejumlah aspek menjadi bahan penilaian dewan juri, mulai dari teknik penaikan bendera, formasi regu, kemahiran baris-berbaris, kemampuan komandan regu, pelaksanaan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hingga kekompakan tim secara keseluruhan.
“Penilaian meliputi teknik penaikan bendera, formasi regu, kemahiran baris-berbaris, kemampuan komandan, menyanyikan Indonesia Raya, serta kekompakan tim. Dari seluruh aspek itu akan dipilih satu tim terbaik untuk mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” jelas Heru.
Ia menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang berasal dari unsur Polda, Kodam, dan PPI.
“Kami meminta seluruh juri memberikan penilaian terbaik dan objektif. Kalau memang ada penalti tentu diberikan sesuai aturan, tetapi yang paling penting adalah memilih tim terbaik yang benar-benar layak mewakili Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Heru menjelaskan, penalti dapat diberikan apabila peserta melakukan pelanggaran teknis, salah satunya melewati batas area yang telah ditentukan selama perlombaan berlangsung.
Sementara itu, lokasi perlombaan dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan karena dinilai memiliki fasilitas yang memenuhi standar lomba pengibaran bendera, terutama dari sisi tinggi tiang bendera.
“Kami memilih Kantor Gubernur karena tiang benderanya representatif dan memenuhi standar perlombaan. Untuk lomba seperti ini, tinggi tiang idealnya antara 14 sampai 17 meter dan di sini sudah memenuhi standar tersebut,” ujarnya.
Tim terbaik hasil seleksi tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kalimantan Tengah pada ajang nasional. Namun jadwal pelaksanaan tingkat nasional masih menunggu informasi lebih lanjut dari MPR RI.
“Pemenang akan mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat nasional. Untuk jadwal pelaksanaannya kami masih menunggu informasi resmi dari MPR RI,” pungkas Heru.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


