PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menekankan agar realisasi anggaran tidak hanya mengejar tingginya serapan, tetapi harus tepat sasaran, berkualitas, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Bajakah, Lantai III Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (4/8/2026).
Rakor dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah atau yang mewakili, kepala perangkat daerah, serta pengelola realisasi anggaran provinsi dan kabupaten/kota.
Rakor tersebut dibuka Wakil Gubernur Edy Pratowo dengan membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam mendorong pembangunan Kalteng yang semakin merata dan berkeadilan, termasuk hingga wilayah pedalaman.
Menurut Gubernur, pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, akuntabel, dan berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah sekaligus mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden.
“Untuk itu, saya berharap Rakor TEPRA ini menjadi forum yang berorientasi pada solusi. Forum ini kita laksanakan untuk mengkaji program apa yang sudah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bersama-sama menyepakati langkah percepatan serta perbaikannya,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Edy Pratowo.
Gubernur juga mengapresiasi perangkat daerah provinsi dan pemerintah kabupaten yang mencatatkan serapan anggaran tinggi. Namun, secara umum realisasi keuangan maupun fisik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hingga Juli 2026 masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta mempercepat pelaksanaan program pada triwulan berikutnya dengan tetap mengedepankan kualitas hasil pembangunan.
“Efisiensi harus kita jawab dengan inovasi dan peningkatan kinerja. Memacu serapan anggaran harus berbanding lurus dengan tercapainya program berkualitas, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Selain percepatan realisasi, Pemprov Kalteng juga mendorong penyelarasan program pembangunan dengan Asta Cita Presiden dan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Proses pengadaan barang dan jasa juga diminta dioptimalkan agar tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
Penggunaan produk dalam negeri, termasuk produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), juga terus didorong. Belanja pemerintah diharapkan tidak hanya mendukung pelaksanaan program, tetapi sekaligus mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Rakor TEPRA diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mempercepat realisasi anggaran. Dengan demikian, setiap anggaran yang dikelola dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Usai membacakan sambutan Gubernur, Wakil Gubernur Edy Pratowo secara resmi membuka Rapat Koordinasi TEPRA Provinsi Kalimantan Tengah 2026.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


