PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Riska Agustin meminta Pemerintah Provinsi Kalteng mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya perusahaan yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sorotan tersebut disampaikan Riska dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Komisi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai penyertaan modal melalui APBD harus diimbangi dengan kinerja dan kontribusi yang jelas bagi daerah.
Menurutnya, PT Banama Tingang dan PT Jamkrida Kalteng perlu mendapatkan evaluasi serius karena dinilai belum sebanding dengan dukungan anggaran yang telah diberikan pemerintah daerah.
“Berkenaan dengan BUMD yang sudah kurang maksimal yang sering disuntik dana itu sebaiknya dihapuskan (penghentian penyertaan modal),” tegas Riska, Kamis (16/7/2026).
Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menentukan BUMD yang layak mendapatkan tambahan penyertaan modal. Terlebih, kondisi keuangan daerah saat ini tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Riska mengatakan penyertaan modal seharusnya diberikan kepada BUMD yang memiliki kinerja jelas, prospek pengembangan, serta mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Ia mencontohkan Bank Kalteng sebagai salah satu BUMD yang dinilai masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan guna memperkuat kontribusi terhadap PAD.
“Kalaupun BUMD yang berjalan ini hanya Bank Kalteng, kita maksimalkan untuk Bank Kalteng. Karena untuk memaksimalkan juga PAD kita,” ujarnya.
Menurut Riska, penyertaan modal yang terus diberikan tanpa diikuti peningkatan kinerja justru berpotensi membebani APBD. Karena itu, pemerintah perlu memastikan anggaran daerah diarahkan kepada sektor dan badan usaha yang benar-benar produktif.
“Sayang kalau kita menyuntik dana terus anggaran akan terus terpangkas. Jadi lebih baik kita maksimalkan dengan BUMD-BUMD yang memang aktif,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


