PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai program bedah rumah yang dijalankan Wali Kota Fairid Naparin sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata warga di lapangan.
“Program ini memang sangat membantu, tapi pelaksanaannya perlu mempertimbangkan situasi lingkungan dan karakter rumah warga,” ujar Khemal, Kamis (22/5/2025).
Ia menegaskan bahwa program bedah rumah bukan pengadaan rumah baru, melainkan perbaikan bagi warga yang sudah memiliki tempat tinggal.
“Program ini diperuntukkan bagi warga yang punya rumah sendiri, bukan bagi mereka yang menyewa atau mengontrak,” katanya.
Menurut Khemal, program tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal.
“Rumah yang tidak bocor dan layak huni tentu membuat warga lebih sehat dan produktif,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Wali Kota Fairid Naparin dalam menjalankan program tersebut sejak periode pertama menjabat.
“Komitmen seperti ini harus terus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tuturnya.
Khemal menyarankan agar program bedah rumah juga mencakup rumah berkonstruksi kayu yang perlu ditinggikan untuk mengantisipasi banjir.
“Bentuk bantuannya bisa berbeda-beda, tergantung kebutuhan di tiap wilayah,” jelasnya.
Bagi warga yang belum memiliki rumah, Khemal mengimbau agar memanfaatkan program perumahan rakyat dari pemerintah pusat yang menawarkan bunga nol persen.
“Punya rumah sendiri adalah langkah besar menuju kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (pri/red)


