PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Dua dari empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pabrik Tepung Ikan Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yakni MR selaku Direktur Utama PT Cipta Raya Kalimantan dan DP selaku Konsultan Perencanaan dan Pengawas Proyek mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun.
Penasihat hukum kedua tersangka, Jeffriko Seran, S.H., M.H., menerangkan, langkah ini ditempuh untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Barat.
“Ini untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka kepada klien, karena kami menilai proses penyidikan hingga penetapan tersangka tidak sesuai dengan hukum acara,” Kata Jeffriko Seran.
Dimana pihaknya membaca berkas perkara dan menemukan ada hal-hal dari proses penyidikan hingga penetapan tersangka yang tidak tepat. “Karena itu kami mengajukan praperadilan,” jelasnya.
Jeffriko mengatakan, kedua kliennya, yakni RM selaku direktur kontraktor pembangunan dan DN selaku direktur kontraktor perencanaan, memiliki hak asasi dan hak hukum untuk mengajukan upaya tersebut.
“Kami sudah beberapa kali memberikan klarifikasi, tapi klien kami tidak pernah dipanggil sebagai saksi. Tiba-tiba langsung ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Menurutnya, proyek pembangunan pabrik tepung ikan itu telah selesai dan berfungsi sejak tahun 2016. Gedung berdiri dan mesin pabrik sudah dimanfaatkan masyarakat.
“Dalam persidangan sebelumnya tidak disebutkan ada kerugian negara. Gedungnya jadi, mesinnya jalan, tapi oleh penyidik proses penggunaannya diberhentikan. Kami bingung, padahal pabrik itu bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, langkah praperadilan terhadap Kejari Kotawaringin Barat ini dilakukan untuk membuktikan adanya dugaan pelanggaran dalam proses hukum.
“Kami ingin hakim yang memeriksa perkara ini tidak takut terhadap tekanan dari pihak mana pun. Tegakkan keadilan, karena jarang orang berani mengajukan praperadilan kalau tidak merasa haknya dilanggar,” ujar pengacara muda dan bertalenta.
Sidang praperadilan RM dan DN dijadwalkan digelar di PN Pangkalan Bun pada 3 November 2025. “Kami berharap majelis hakim dapat objektif dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, Johny A. Zebua, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah RS, mantan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kobar tahun 2016; HK, Pejabat Pembuat Komitmen; MR, Direktur Utama PT Cipta Raya Kalimantan selaku pelaksana proyek; dan DP, konsultan perencanaan serta pengawas proyek.
Pembangunan Pabrik Tepung Ikan Sungai Kapitan menggunakan dana APBN tahun 2016 senilai Rp5,4 miliar. Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan terhadap 25 saksi, ditemukan berbagai penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp2,75 miliar. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 KUHP.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


