BUNTOK,katakata.co.id – Aktivitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) hingga pertengahan Mei 2026 masih belum bergerak. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mengakui belum dapat menjalankan proyek fisik lantaran kas daerah yang belum tersedia.
Sekretaris Dinas PUPR Barsel, Hawinu, menyampaikan bahwa hingga kini anggaran belanja modal untuk pekerjaan fisik masih nihil. Kondisi tersebut membuat sejumlah paket proyek belum bisa dilelang maupun direalisasikan.
“Untuk saat ini kami memang belum bisa melaksanakan pekerjaan fisik, karena dana belanja modal berdasarkan informasi dari BPKAD masih belum tersedia,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan, jika proses lelang tetap dipaksakan dalam kondisi keuangan daerah yang belum siap, dikhawatirkan akan menimbulkan kendala serius pada tahap pencairan pembayaran proyek.
“Kalau lelang tetap dilakukan, nanti kami akan kesulitan saat pencairan karena dananya belum ada. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu kepastian transfer keuangan dari pusat yang sedang dibahas di Jakarta,” jelasnya.
Pihaknya berharap proses tersebut segera menemukan titik terang agar roda pembangunan dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, kelancaran transfer keuangan daerah menjadi kunci utama agar proyek-proyek infrastruktur bisa segera dilaksanakan.
Lebih lanjut, Hawinu menilai tersendatnya pembangunan tidak hanya berdampak pada program pemerintah, tetapi juga berimbas luas terhadap perekonomian masyarakat. Sektor tenaga kerja hingga usaha bahan bangunan disebut ikut terpukul akibat belum bergeraknya proyek-proyek tersebut.
“Kalau tidak ada proyek, tenaga kerja tidak terserap. Usaha bahan bangunan juga ikut terdampak. Padahal infrastruktur punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keterlambatan transfer keuangan daerah tidak hanya terjadi di Barsel, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain di Indonesia. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan solusi.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas PUPR Barsel juga dihadapkan pada tantangan lain berupa kenaikan harga bahan bangunan. Lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan BBM yang menyebabkan fluktuasi biaya pembangunan.
“Saat ini kami kembali melakukan survei harga satuan bahan bangunan sebagai penyesuaian terhadap kondisi pasar. Kenaikan harga cukup signifikan dan tentu berpengaruh terhadap biaya pembangunan,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


