PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya menghadirkan program layanan buka puasa bersama (bukber) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama keluarga selama bulan suci Ramadan. Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian sekaligus mempererat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga mereka.
Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, mengatakan bahwa kegiatan bukber bersama keluarga ini dilaksanakan secara terjadwal yakni bergilir per blok dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kekeluargaan di dalam rutan.
“Program layanan buka puasa bersama keluarga ini kami hadirkan sebagai bentuk pembinaan rohani dan dukungan psikologis bagi warga binaan dan akan dilaksanakan selama delapan kali. Kami ingin mereka tetap merasakan hangatnya kebersamaan keluarga meski sedang menjalani masa pidana,” ujar Wayan Arya Budiartawan saat ditemui di Palangka Raya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bukber dilakukan dengan pengawasan petugas serta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Keluarga yang hadir wajib mendaftar dan mematuhi aturan kunjungan.
“Kami tetap mengutamakan keamanan, namun suasana yang dibangun adalah suasana kekeluargaan dan religius agar Ramadan benar-benar menjadi momen refleksi diri bagi para warga binaan,” tambahnya.
Menurut Wayan, program ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk berperilaku baik selama menjalani masa pembinaan. Dengan adanya kesempatan berkumpul bersama keluarga, warga binaan diharapkan semakin terdorong untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di masa mendatang.
“Kehadiran keluarga adalah energi positif bagi mereka. Dukungan moral dari keluarga sangat berpengaruh terhadap proses pembinaan,” tegasnya.
Selain kegiatan bukber, Rutan Palangka Raya juga menggelar berbagai program keagamaan selama Ramadan, seperti salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan ceramah agama. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.
Melalui program ini, pihak rutan berharap suasana Ramadan dapat dirasakan secara lebih bermakna oleh seluruh warga binaan.
“Kami ingin Ramadan di Rutan Palangka Raya tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi titik balik perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga binaan,” pungkas Wayan Arya Budiartawan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


