PALANGKA RAYA, katakata.co.id — Rencana penghapusan status tenaga honorer atau non-ASN di instansi pemerintah mulai 1 Januari 2027 dinilai tidak akan menghilangkan kebutuhan terhadap tenaga guru, khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami perkembangan sektor pendidikan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, menegaskan profesi guru akan tetap dibutuhkan seiring pertumbuhan jumlah sekolah dan peserta didik di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi penerapan Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 serta Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 terkait penataan tenaga non-ASN, termasuk guru honorer.
“Guru itu saya bisa memastikan tidak akan pernah berkurang, justru selalu akan bertambah. Sepanjang masih ada sekolah dan lahir murid-murid baru, maka eksistensi guru wajib dijaga oleh pemerintah,” ujar Sudarsono, Rabu (20/5).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalteng itu menilai kebijakan pembatasan penerimaan guru yang saat ini disampaikan pemerintah pusat tidak dapat dijadikan acuan permanen. Menurut dia, kebutuhan tenaga pendidik akan terus berkembang mengikuti pertumbuhan sekolah di daerah.
“Kalaupun sekarang ada statemen tidak menerima guru, kami punya keyakinan menjelang 2027 nanti akan ada penyesuaian kebijakan. Guru tidak bisa disamakan dengan pegawai kantoran biasa, karena sekolah akan terus bertambah,” katanya.
Mantan Bupati Seruyan tersebut juga mengungkapkan, saat kegiatan reses DPRD Kalteng berlangsung, banyak masyarakat di wilayah pedesaan menyampaikan harapan agar pemerintah membangun lebih banyak sekolah tingkat SMA dan SMK guna memperluas akses pendidikan.
“Banyak masyarakat desa meminta pendirian SMA dan SMK. Seiring waktu, SMP tumbuh, maka SMA juga pasti tumbuh. Setiap ada penambahan sekolah, pasti ada penambahan guru,” tegasnya.
Ia optimistis pemerintah nantinya tetap membuka peluang pengangkatan tenaga pendidik melalui jalur ASN maupun skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Saya berkeyakinan pengangkatan ASN guru maupun PPPK untuk tenaga pendidik tidak akan berhenti. Pendidikan itu kebutuhan dasar, sehingga pasti akan terus berjalan,” ucapnya.
Sudarsono juga meminta para guru honorer tidak terlalu khawatir terhadap dinamika kebijakan yang berkembang saat ini. Ia meyakini pemerintah akan mencari solusi terbaik agar kebutuhan tenaga pengajar tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keberlangsungan pendidikan di daerah.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


