PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Tingginya angka pengangguran di Kota Palangka Raya menjadi perhatian DPRD setempat. Berdasarkan data BPS 2025, jumlah pengangguran tercatat sekitar 8.175 orang, yang sebagian di antaranya merupakan lulusan baru.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi pencari kerja lokal, tetapi juga arus penduduk dari daerah lain yang datang ke Palangka Raya untuk mencari pekerjaan.
“Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi tentu menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah pencari kerja,” ujar Jati, Selasa (11/8/2026).
Ia mendorong Pemkot Palangka Raya memperluas lapangan kerja dengan menggandeng sektor swasta serta mengembangkan berbagai sektor usaha, seperti UMKM, pariwisata, kuliner, perbengkelan dan biro perjalanan.
Menurutnya, penguatan UMKM juga penting karena sektor tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Jati meminta peluang magang bagi pelajar dan mahasiswa diperluas. Pengalaman kerja dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan baru agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Magang menjadi jembatan penting bagi para lulusan untuk mengenal dunia kerja. Jika kesempatan ini diperbanyak, mereka akan lebih siap bersaing,” katanya.
Jati menegaskan, diperlukan sinergi pemerintah dan dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi di Palangka Raya mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


