PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya ditunjukkan dokter influencer Ardi Santoso. Dokter spesialis anak tersebut turun langsung memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mengedukasi warga mengenai bahaya paparan kabut asap.
Keterlibatan Ardi Santoso merupakan bagian dari kegiatan pelayanan kesehatan yang diinisiasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan tersebut, ia tidak hanya membantu melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah.
Menurut Ardi, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika kondisi udara sedang tidak sehat akibat kabut asap.
“Literasi masyarakat terhadap pentingnya menggunakan masker masih sangat dibutuhkan, karena saya lihat banyak yang masih beraktivitas padahal kualitas udara tidak sehat,” ungkap Ardi.
Selama berada di Palangka Raya, Ardi mengunjungi sejumlah titik pelayanan kesehatan yang tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya menyambangi SDI Nurul Ihsan di Kelurahan Pahandut untuk menyapa sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak.
Ia juga mendatangi masyarakat di kawasan Pahandut Seberang dan Kalampangan guna melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga.
Salah satu pengalaman yang cukup berkesan dialaminya ketika mengikuti kegiatan di Kelurahan Danau Tundai. Untuk mencapai lokasi tersebut, Ardi harus menempuh perjalanan menggunakan perahu kecil bermesin atau kelotok selama kurang lebih 1,5 jam.
Perjalanan itu dilakukan demi menjangkau masyarakat Danau Tundai yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut menyasar ratusan warga di wilayah tersebut.
Kehadiran Ardi di berbagai lokasi pelayanan menjadi bagian dari kolaborasi BAZNAS dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dengan akses transportasi relatif terbatas.
Melalui program “Napas untuk Negeri”, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat terdampak karhutla.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan terhadap risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara.
Dengan demikian, upaya penanganan dampak kabut asap tidak hanya dilakukan melalui pelayanan medis, tetapi juga melalui edukasi agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


