KASONGAN, katakata.co.id – Kualitas udara di Kabupaten Katingan memburuk dan masuk kategori tidak sehat. Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai angka 104 pada Kamis (5/11/2026). Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat sehingga perlu diwaspadai masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Katingan, Yobi Sandra, mengatakan kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker jika harus keluar rumah,” ujar Yobi saat ditemui di Kasongan.
Selain membatasi aktivitas luar ruangan, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi. Warga yang mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, maupun iritasi mata juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Yobi menegaskan, DLH Kabupaten Katingan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan udara tidak sehat.
“Kami terus memantau kualitas udara di Katingan. Jika ada keluhan terkait kesehatan, segera periksa ke puskesmas terdekat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran, aktivitas tersebut dapat memperburuk pencemaran udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Melalui imbauan tersebut, Pemkab Katingan berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif menjaga kualitas lingkungan. Kesadaran bersama untuk menghindari pembakaran terbuka dan melindungi kesehatan menjadi penting di tengah kondisi udara yang belum sehat.
Penulis: Hairul
Editor : Ardi


