PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya mendorong penerapan sistem parkir modern berbasis non tunai di Duta Mall Palangka Raya.
Langkah ini merupakan upaya menciptakan layanan parkir yang tertib, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat.
Plt Kadishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan pihaknya bersama manajemen Duta Mall Palangka Raya dan Centrepark Group selaku pengelola resmi area parkir berkomitmen menghadirkan sistem parkir modern guna mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan Duta Mall.
“Sinergitas ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas di Duta Mall Palangka Raya yang selama ini menjadi keluhan warga,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Hadi menuturkan, hasil diskusi antara Dishub Palangka Raya, pengelola mall, dan Centrepark menghasilkan kesepahaman untuk mendukung penerapan sistem pembayaran parkir non tunai sebagai langkah modernisasi layanan publik sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan.
“Kami mendorong manajemen untuk terus melakukan sosialisasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Masyarakat juga kami imbau agar mulai membiasakan diri menggunakan sistem pembayaran non tunai karena lebih mudah, cepat, modern, dan akuntabel,” ucapnya.
Ia menambahkan, Dishub Palangka Raya berencana menerapkan sistem serupa di area parkir tepi jalan umum secara bertahap dengan bekerja sama dengan pihak perbankan, karena sistem ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat transparansi pendapatan daerah.
“Ini bagian dari upaya peningkatan pendapatan asli daerah serta inovasi sistem parkir yang lebih transparan dan akuntabel, sebagaimana sudah diterapkan di kota-kota maju lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, External Affairs Centrepark Group Duta Mall Palangka Raya, Agus Widodo, menyampaikan pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan parkir yang aman, nyaman, dan modern bagi masyarakat.
“Sebagai pengelola resmi parkir, kami mengajak masyarakat untuk mendukung penerapan sistem parkir yang tertib, transparan, dan berkeadilan. Pengunjung tetap bisa membayar secara tunai maupun digital melalui e-money dan QRIS,” jelasnya.
Ia menegaskan, transisi menuju sistem cashless membutuhkan waktu dan adaptasi, namun pihaknya siap mendampingi masyarakat melalui layanan yang ramah dan edukatif.
“Kami tetap membuka opsi pembayaran tunai sambil membantu masyarakat beradaptasi dengan sistem digital seperti di kota besar lainnya,” ungkapnya.
Agus menambahkan, langkah menuju sistem parkir modern ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait digitalisasi layanan publik, karena selain meningkatkan transparansi pendapatan, kebijakan tersebut juga mendukung kontribusi pajak daerah dari sektor parkir.
“Implementasi sistem digital ini diharapkan memperkuat tata kelola pendapatan daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung,” tutupnya. (pri/red)


