PANGKALAN BUN,katakata.co.id – Upaya pencegahan abrasi pantai terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat. Bersama masyarakat Desa Keraya, Kecamatan Kumai, BPBD setempat melaksanakan gotong royong pemasangan geobag, Rabu (6/5/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kobar melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Andan Santana, menjelaskan bahwa bantuan geobag tersebut telah disalurkan sejak April lalu sebagai langkah awal mitigasi bencana di wilayah pesisir.
“Di Kecamatan Kumai ada dua desa yang menerima bantuan, yakni Desa Keraya sebanyak 100 geobag dan Desa Teluk Bogam 200 geobag. Keduanya merupakan kawasan yang kerap terdampak abrasi,” ujarnya.
Menurut Andan, pemasangan geobag menjadi solusi sementara untuk menahan dampak gelombang laut, mengingat pembangunan penahan ombak permanen membutuhkan anggaran yang besar. Saat ini, BPBD Kobar juga tengah mengupayakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.
Ia menambahkan, percepatan pemasangan geobag menjadi penting karena wilayah tersebut masih berada dalam musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Mei, ditambah potensi angin kencang akibat perubahan iklim.
“Kami menargetkan seluruh geobag segera terpasang demi mengurangi risiko abrasi. Apalagi kondisi cuaca masih cukup ekstrem,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, di Desa Keraya saat ini hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di kawasan rawan abrasi, sementara tujuh kepala keluarga lainnya telah direlokasi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kobar juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Upaya mitigasi terus dilakukan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan dari potensi bencana.
“Kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem sangat penting agar risiko dapat ditekan,” pungkas Andan.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ririen Binti


