Palangka Raya, katakata.co.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya tetap aman di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pertamina saat ini melakukan optimalisasi distribusi dan pengaturan suplai secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau guna menjaga pemerataan stok BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dalam waktu yang bersamaan.
“Stok BBM di seluruh SPBU Palangka Raya dalam kondisi tersedia. Pertamina terus melakukan pengaturan jadwal pengiriman secara berkala agar distribusi berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Edi, Kamis, (7/5/2025).
Menurutnya, lonjakan konsumsi dalam waktu singkat menyebabkan tingginya mobilitas kendaraan di SPBU sehingga diperlukan manajemen distribusi yang lebih intensif. Selain itu, proses distribusi dari Fuel Terminal ke SPBU, termasuk tahapan bongkar muat, juga membutuhkan waktu, khususnya saat terdapat permintaan tambahan pasokan dari SPBU.
Pertamina memastikan SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi akan segera mendapatkan tambahan suplai sesuai kebutuhan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
“Untuk SPBU yang mengalami lonjakan permintaan, pengiriman tambahan akan segera dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU sehingga penyaluran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” lanjutnya.
Guna menjaga kelancaran distribusi dan ketertiban di lapangan, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan, serta Kepolisian setempat dalam pengaturan antrean kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying. Masyarakat juga diminta melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku agar distribusi dapat berjalan lebih merata.
Selain itu, masyarakat diajak menggunakan BBM secara bijak di tengah dinamika energi global sehingga ketersediaan energi tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Kalimantan Tengah melalui sinergi bersama pemerintah daerah. Jika masyarakat membutuhkan informasi atau menemukan kendala pelayanan, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135,” tutup Edi.
Penulis : Wiyandri/list
Editor : Ardi


