PULANG PISAU, katakata.co.id – Bupati Pulang Pisau, H.Ahmad Rifa’i bersama Wakil Bupati H.Ahmad Jayadikarta menggelar Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan sekaligus Buka Puasa Bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Handep Hapakat Pulang Pisau, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi atas satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pulang Pisau periode 2025–2029, sekaligus momentum mempererat silaturahmi melalui buka puasa bersama.
Dalam sambutannya, Bupati H. Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan. Namun, berbagai dinamika dan cobaan dapat dilalui dengan baik berkat kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita telah melewati berbagai cobaan selama satu tahun ini dengan baik dan sukses bersama,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan pada 2026, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah penuntasan infrastruktur jalan di wilayah Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat transmigrasi, dengan target dapat difungsikan pada 2026.
Selain itu, pemerintah juga melanjutkan pembangunan jalan menuju Cemantan di Kecamatan Kahayan Kuala, serta melakukan penataan parkir liar truk di perlintasan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau melalui penyelesaian pembangunan rest area.
Bupati menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Pemerintah daerah dituntut untuk terus berinovasi agar program pembangunan tetap tepat guna dan tepat sasaran.
“Karena keterbatasan APBD, kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap berinovasi untuk melaksanakan pembangunan tepat guna dan tepat sasaran,” tegasnya.
Di sektor kesehatan dan pendidikan, Bupati memastikan Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap difokuskan sesuai peruntukannya dan tidak dialihkan ke sektor lain.
“DAK kesehatan dan pendidikan tetap untuk bidangnya masing-masing, tidak kita ganggu,” jelasnya.
Terkait strategi menghadapi keterbatasan anggaran, Bupati menekankan bahwa anggaran bukan dipandang sebagai kekurangan, melainkan harus dikelola secara efektif dan efisien.
“Bukan tidak mencukupi, tetapi cukup secukupnya, seefisien mungkin, namun tetap tepat guna dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


