PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya untuk mewaspadai suhu udara panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca terik ini diprakirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring minimnya curah hujan di wilayah Kalteng.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Sidiq, menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara dipicu oleh berkurangnya suplai uap air akibat penurunan curah hujan yang signifikan.
Menurut Ihsan, berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca, terpantau adanya gangguan atmosfer berupa sirkulasi siklonik atau siklon tropis di wilayah perairan Filipina. Fenomena tersebut berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Kalteng.
“Siklon tropis ini menyebabkan terjadinya penarikan massa udara dan uap air ke wilayah utara Filipina. Akibatnya, suplai uap air ke wilayah Kalteng berkurang drastis,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Berkurangnya uap air tersebut mengakibatkan minimnya pembentukan awan hujan. Kondisi langit yang relatif cerah membuat radiasi sinar matahari masuk secara maksimal ke permukaan bumi, sehingga suhu udara terasa lebih panas dan menyengat dibandingkan kondisi normal.
Ia mengingatkan, cuaca panas yang disertai atmosfer kering berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik. Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.
Adapun langkah antisipasi yang disarankan antara lain memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas di luar ruangan, menghindari paparan langsung sinar matahari pada jam-jam puncak, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


