SAMPIT, katakata.co.id– Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), disambut antusias masyarakat. Sejumlah warga bahkan sudah datang sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Rabu (19/8/2026), tersebut langsung dipadati warga sebelum acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kotim, Halikinnor.
Berbagai komoditas pangan tersedia dalam kegiatan tersebut, dengan harga yang ditawarkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Beras SPHP kemasan 5 kilogram yang dipaketkan dengan Minyakita 2 liter dijual Rp90 ribu. Sementara beras Punokawan 5 kilogram bersama Minyakita 3 liter dibanderol Rp124 ribu.
Komoditas lainnya juga tersedia, seperti bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp34 ribu per kilogram, gula Rp17.500 per kilogram, telur Rp45 ribu per rak, serta Elpiji 3 kilogram seharga Rp22 ribu, sayuran segar dijual mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.
Halikinnor mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ketika harga komoditas pangan meningkat, beban pengeluaran rumah tangga juga ikut meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, GPM tidak hanya bertujuan memberikan akses pangan murah, tetapi juga membantu menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok di daerah.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Sementara itu, Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto menjelaskan, pelaksanaan GPM merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog Kotim dan Pertamina.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) yang bersumber dari cadangan beras Bulog.
“Untuk pasar murah pasti temanya selalu berkaitan dengan kendali harga dan menyasar kepada masyarakat. Dengan adanya GPM ini sangat berarti,” jelas Yephi.
Ia menyebut, harga sejumlah komoditas pangan di pasaran saat ini belum mengalami kenaikan yang ekstrem. Meski demikian, pemerintah tetap perlu memberikan stimulus agar masyarakat memiliki alternatif memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
“Peran pemerintah salah satunya melalui GPM ini, untuk memosisikan adanya sumber bahan pangan yang harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi,” ungkapnya.
Tingginya antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga terjangkau masih cukup tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Penulis: Juniardi


