SAMPIT, katakata.co.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah berlangsung sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, petugas dan relawan terus dikerahkan untuk menghadapi titik-titik kebakaran yang masih muncul di sejumlah wilayah.
Panjangnya waktu penanganan membuat kondisi kesehatan personel menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotim. Sejumlah petugas dan relawan bahkan dilaporkan mengalami kelelahan hingga sesak napas, setelah bertugas di tengah kepungan asap.
Wakil Bupati Kotim, Irawati mengatakan, keselamatan personel harus menjadi perhatian selama proses pemadaman berlangsung. Petugas tidak hanya menghadapi panas dari api, tetapi juga asap pekat dan medan yang dapat menyulitkan proses penanganan.
“Bahwa keselamatan dan kesehatan para petugas serta relawan yang berada di garis depan harus menjadi perhatian utama,” ujar Irawati, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, petugas maupun relawan tidak perlu memaksakan diri ketika kondisi fisik mulai menurun. Waktu istirahat dan pemeriksaan kesehatan diperlukan agar kondisi mereka tetap terjaga selama menjalankan tugas.
Keluhan seperti pusing, lemas hingga sesak napas perlu segera mendapat perhatian. Dengan kondisi fisik yang baik, petugas dapat menjalankan penanganan secara lebih aman di lokasi kebakaran.
Irawati juga mengingatkan masyarakat, untuk memperhatikan kondisi udara yang masih dipengaruhi kabut asap. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara sedang kurang baik.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk beraktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh.
“Saya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, saat udara kurang baik akibat kabut asap. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan jaga kondisi tubuh,” imbau Irawati.
Pemkab Kotim menilai, perlindungan terhadap petugas dan masyarakat perlu berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman. Penanganan karhutla masih membutuhkan kesiapan personel, sementara kondisi asap juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Karena itu, keselamatan tetap menjadi bagian penting dalam setiap upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung di Kotim.
Penulis/Editor : , Juniardi


