SAMPIT, katakata.co.id – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, kini memasuki tahap akhir persiapan.
Ketua Umum MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim yang juga Camat Mentaya Hulu, Edison mengatakan, kesiapan pelaksanaan telah mencapai sekitar 95 persen. Sejumlah kebutuhan utama seperti arena perlombaan dan pemondokan kafilah telah disiapkan.
MTQ tingkat kabupaten tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni 3-6 Oktober 2026. Jadwal ini ditetapkan setelah sebelumnya kegiatan yang semula direncanakan pada pertengahan September harus ditunda akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk MTQ ke-57 tingkat kabupaten sudah ditetapkan. Pelaksanaannya akan digelar tanggal 3 Oktober sampai dengan 6 Oktober. Untuk persiapan, insyaallah kami sudah siap. Artinya sudah 95 persen,” kata Edison, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, panitia berharap tidak ada lagi perubahan jadwal karena sebagian besar pekerjaan telah dilakukan. Penundaan kembali juga dikhawatirkan berdampak pada pihak-pihak yang telah terlibat dalam persiapan kegiatan.
“Kalau kita tunda lagi, kasihan orang-orang yang sudah bekerja keras mempersiapkannya. Belum lagi pertanggungjawaban kita dengan penyedia yang sudah melalui LPSE,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, kondisi lingkungan di Mentaya Hulu turut menjadi pertimbangan. Panitia memantau kondisi karhutla dan titik panas di wilayah tersebut sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan.
Edison menyebut, jumlah hotspot di Mentaya Hulu relatif rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain di Kotim. Dalam sehari, titik panas yang terpantau umumnya hanya berkisar satu hingga dua titik dan pada waktu tertentu bahkan tidak ditemukan hotspot.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar panitia untuk tetap mempertahankan Kuala Kuayan sebagai lokasi pelaksanaan dan menjalankan MTQ sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Panitia saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum seluruh rangkaian kegiatan dimulai. Persiapan juga mencakup kesiapan kafilah dan berbagai kebutuhan pendukung selama pelaksanaan.
“Kalau untuk pelaksanaannya nanti, kami mungkin Pak Bupati yang membukanya dan Ibu Wakil Bupati yang menutup,” tutur Edison.
Penulis/Editor : Juniardi


