PANGKALAN BUN,katakata.co.id– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mendapat perhatian serius dari Lanud Iskandar. Satgas Karhutla Lanud Iskandar bersama unsur gabungan terus bergerak melakukan pemadaman di sejumlah titik, termasuk kawasan Bungur dan Tatas.
Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas karhutla di wilayah Kobar yang tidak hanya mengancam lingkungan dan permukiman warga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, mengatakan jajaran Lanud Iskandar berkomitmen mengambil bagian aktif dalam penanganan karhutla. Personel Satgas dikerahkan untuk membantu pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah yang lebih berisiko.
“Lanud Iskandar bersama petugas pemadam lainnya bahu-membahu memadamkan api,” ujar Nugroho, sebagaimana disampaikan dalam penanganan karhutla di wilayah Kobar.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat untuk mempercepat pengendalian api.
Sebelumnya, kondisi karhutla di Kobar juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Asap pekat menyebabkan jarak pandang menurun dan mengganggu keselamatan penerbangan. Bahkan, pada 14 Agustus 2026, dilaporkan empat penerbangan di Bandara Iskandar mengalami penundaan dan pembatalan akibat jarak pandang yang memburuk.
Nugroho menegaskan keselamatan penerbangan menjadi salah satu perhatian utama Lanud Iskandar. Asap karhutla yang berada di sekitar kawasan bandara dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan sehingga berpotensi membahayakan proses tinggal landas maupun pendaratan pesawat.
Karena itu, Satgas Karhutla Lanud Iskandar tidak hanya berkonsentrasi pada pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi juga berupaya melakukan deteksi dan penanganan sedini mungkin terhadap titik-titik api yang ditemukan.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas,” tegas Nugroho.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, kewaspadaan menjadi kunci. Penanganan karhutla di Kobar sendiri melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AU Lanud Iskandar, Kodim 1014 Pangkalan Bun, Polri, BPBD, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
Bagi Lanud Iskandar, upaya pemadaman bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan kawasan strategis, khususnya lingkungan Bandara Iskandar, tetap aman.
“Kami akan terus berupaya membantu penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait. Yang paling penting adalah api dapat dikendalikan, masyarakat terlindungi, dan keselamatan penerbangan tetap terjaga,” pungkas Nugroho.
Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla di wilayah Kobar sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas penerbangan di Pangkalan Bun.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


