SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpeluang mendapat tambahan sarana transportasi wisata. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana memberikan dua unit kapal wisata untuk ditempatkan di Kotim.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi wisata sungai sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Kota Besi.
“InsyaAllah mudah-mudahan ini terealisasi. Pak Gubernur akan menaruh dua buah kapal di Kota Besi. Menjadi susur-susur sungai yang sangat luar biasa nantinya,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Menurut Ramadansyah, kehadiran kapal wisata tersebut sejalan dengan rencana Pemkab Kotim mengembangkan Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi sebagai salah satu destinasi unggulan.
Kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang cukup besar, karena berada di sekitar aliran Sungai Mentaya. Sungai yang menjadi salah satu ikon Kotim itu membentang sekitar 400 kilometer dari wilayah utara hingga selatan dan bermuara di Teluk Sampit.
Kapal wisata nantinya diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan dalam menikmati pemandangan Sungai Mentaya. Sarana tersebut juga berpotensi menghubungkan sejumlah lokasi yang memiliki daya tarik wisata di kawasan Kota Besi.
Ramadansyah mengungkapkan, keinginan menghadirkan kapal wisata sebenarnya juga sudah lama di sampaikan masyarakat setempat. Warga berharap keberadaan transportasi wisata dapat membuka peluang baru bagi pengembangan kawasan.
“Kemarin ada salah satu warga Kota Besi menyampaikan harapannya kepada saya, yang memimpikan adanya kapal wisata di Kota Besi,” ungkapnya.
Pengembangan wisata Kota Besi tidak hanya akan mengandalkan Pulau Hanibung. Pemerintah daerah juga melihat potensi sungai, alam dan budaya di sekitar kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi satu rangkaian tujuan wisata.
Di sisi lain, Ramadansyah menilai semakin terbukanya akses transportasi menuju Kotim menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sejumlah penerbangan dari Sampit menuju berbagai daerah dinilai dapat mempermudah wisatawan dari luar daerah datang ke Kotim.
Karena itu, masyarakat diminta ikut mengambil peluang dari perkembangan tersebut dengan mengembangkan potensi lokal, baik sumber daya alam maupun budaya.
“Sekarang transportasi dari luar daerah semakin terbuka lebar. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi itu, baik sumber daya alam maupun sumber daya budaya kita, yang mampu kita eksplor untuk menjadikan sebuah tujuan wisata,” pungkasnya.
Editor: Juniardi


