PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai berpotensi memberikan dampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Menurut Khemal, kenaikan harga Pertamax dari sekitar Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter cukup signifikan dan berpotensi memicu kenaikan biaya berbagai aktivitas ekonomi, termasuk transportasi dan distribusi barang.
“Terus terang saya kaget dengan kenaikan BBM jenis Pertamax yang sangat tinggi dari sebelumnya sekitar Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter. Ini pasti berdampak besar bagi masyarakat dan akan dirasakan secara menyeluruh,” kata Khemal.
Ia menilai dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan langsung oleh pengguna kendaraan, tetapi juga dapat merembet ke sektor lain. Kenaikan biaya transportasi, kata dia, berpotensi mendorong inflasi sekaligus menekan daya beli masyarakat.
Khemal juga mengkhawatirkan adanya perbedaan harga yang cukup lebar antara Pertamax dan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan permintaan terhadap BBM bersubsidi dan berpotensi menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
“Perbedaan harga yang cukup tinggi membuat masyarakat akan berlomba-lomba mencari Pertalite. Dampaknya tentu luar biasa dan kita bisa kembali melihat antrean panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi,” tuturnya.
Selain berdampak pada konsumen, Khemal memperkirakan kenaikan harga BBM dapat memengaruhi distribusi kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya. Terlebih, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat masih dipasok dari luar daerah sehingga biaya transportasi menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan harga barang.
“Kebutuhan pokok masyarakat Kota Palangka Raya sekitar 90 persen masih didatangkan dari luar daerah. Jadi, ketika biaya transportasi meningkat, tentu ada potensi harga berbagai komoditas ikut terdorong naik,” jelasnya.
Karena itu, Khemal berharap pemerintah dapat memperhatikan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM, terutama terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari
Di tengah kondisi tersebut, ia mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Palangka Raya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga diri dan menjaga agar kondisi tetap aman serta kondusif di Kota Palangka Raya yang kita cintai. Memang masalah berat, tetapi kita harus menghadapi bersama-sama,” tandasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


