SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak terhadap habitat satwa liar. Seekor orangutan dilaporkan muncul di kawasan kebun warga di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 15 Sampit, diduga mencari tempat yang lebih aman dari kebakaran dan asap.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit melakukan observasi ke lokasi pada Senin (10/8/2026). Petugas bersama pelapor, Fahmi, dan sejumlah rekannya melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan orangutan.
Namun, orangutan tersebut tidak ditemukan. Petugas hanya menemukan satu sarang orangutan kelas tiga serta sejumlah pelepah kelapa sawit yang diduga menjadi bekas aktivitas satwa tersebut.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan, berdasarkan kondisi sarang dan bekas aktivitas makan pada tanaman kelapa sawit, keberadaan orangutan diperkirakan sudah terjadi beberapa waktu sebelumnya.
“Kami menemukan satu buah sarang kelas 3. Dari pengamatan bekas pelepah kelapa sawit yang dimakan, diduga kuat serangan tersebut dibuat antara dua sampai empat minggu yang lalu,” ujar Muriansyah.
Lokasi kemunculan berada di kawasan semak belukar yang telah dibuka masyarakat untuk lahan pertanian atau perladangan. Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah tanaman kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber makanan bagi orangutan.
Namun, kondisi lingkungan di sekitar lokasi menjadi perhatian petugas. Asap akibat karhutla terlihat di sejumlah titik, bahkan terdapat tiga gumpalan asap pekat yang membumbung tidak jauh dari kawasan tersebut.
Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa orangutan keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan, sekaligus menghindari ancaman kebakaran dan paparan asap.
“Di sekitaran lokasi banyak terlihat asap kebakaran. Diduga kuat, menghindari kebakaran dan asap, orangutan masuk ke kebun warga,” ujarnya.
Kemunculan orangutan di kebun warga di tengah maraknya karhutla bukan menjadi kejadian pertama. Pekan sebelumnya, BKSDA juga menerima laporan kemunculan orangutan di kawasan kebun warga Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Di lokasi tersebut, petugas juga menemukan adanya aktivitas karhutla di sekitar wilayah kemunculan satwa.
“Sudah ada dua lokasi yang dilaporkan. Yang ini, dan minggu kemarin ada juga laporan orangutan masuk kebun warga di Bapanggang Raya. Di wilayah Desa Bapeang Raya dan Bapanggang juga terjadi karhutla,” tuturnya.
BKSDA mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga dapat mengganggu habitat satwa liar. Ketika habitatnya terbakar atau dipenuhi asap, satwa berpotensi berpindah ke kawasan lain untuk mencari makanan dan tempat yang lebih aman.
Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan interaksi antara satwa liar dan manusia, terutama ketika satwa masuk ke kawasan perkebunan maupun permukiman warga.
Editor: Juniardi


